Cegah Tabrakan Dengan Teknologi Pre-collision System
Toyota membuat sistem pencegah tabrakan, ini bekerja pada
kecepatan lebih tinggi dengan nama Pre-collison System (PCS). Dijelaskan,
sistem bekerja dengan efektif, membantu mengurangi kecelakaan atau tabrakan
pada kecepatan 40 – 60 km/jam (kpj). Sistem bekerja dengan menggunakan radar
gelombang milimeter untuk mendeteksi risiko menabrakan kendaraan yang berada di
depan. Selain itu, sistem juga memberi peringatan kepada pengemudi melalui
suara dan menayangkan peringatan agar segera mengaktifkan rem, khusus bila
diperhitungkan kemungkinan tabrakan akan terjadi.
Ketika pengemudi mengerem, PCS mengurangi kecepatan sampai
60 kpj (saat melaju pada kecepatan 80 kpj) dengan memperbesar tenaga untuk
mengaktifkan rem dua kali rata-rata yang digunakan oleh pengemudi. Rem otomatis
Bila pengemudi tidak atau lupa mengerem, secara otomatis mobil akan melambat
(deselerasi). Selanjutnya pada kecepatan 15 km rem bekerja secara otomatis.
Kondisi ini terjadi khususnya saat melaju pada kecepatan 30 kpj. Dijelaskan
pula, lebih dari 90 persen tabrakan belakang terjadi saat mobil di depan melaju
pada kecepatan 60 kpj. Pengembangan dan pengujian dilakukan pencegah tabrakan
Toyota dilakukan berdasarkan data tabrakan yang sesungguhnya.
Teknologi ini sudah diterapkan oleh beberapa produsen mobil
mewah seperti Subaru, Jeep, Volvo, Toyota, dan Nissan sejak kurang lebih tahun
2015. Teknologi yang bisa disebut juga sebagai Pre-collision system ini
menggunakan kamera dan radar laser guna mendeteksi objek yang ada di depan
kendaraan. Apabila kemungkinan tabrakan terdeteksi oleh sistem, secara otomatis
tanda peringatan dan alarm yang terletak pada dashboard akan menyala. Hal ini
dimaksudkan agar pengendara lebih waspada dan segera menginjak rem.
Jika kendaraan tidak melambat seperti yang diharapkan oleh
sistem, maka sistem tersebut akan segera mengambil alih sisi pengereman dan
mengurangi kecepatan kendaraan hingga kecepatan mencapai kurang lebih 30
km/jam. Teknologi ini sangat berguna apabila kita lengah dalam mengemudi, tapi
bukan berarti kita diperbolehkan lengah dalam mengemudikan kendaraan. Selain mengembangkan Pre-collision System (PCS) untuk
mencegah mobil menyeruduk atau menabrak kendaraan yang berada di depan saat
jalan, Toyota juga mengembangkan dua sistem keamanan baru, yaitu Intelligent
Clearance Sonar (ICS) dan Drive-start Control (DSC).
Targetnya, untuk
mengurangi tabrakan saat parkir. Menurut Toyota, berdasarkan data terbaru, 7.000 tabrakan
setiap tahun di Jepang terjadi akibat salah injak pedal, khususnya di tempat
parkir. Pengembangan kedua sistem ini akan menbantu mengurangi kerusakan akibat
tabrakan, khususnya bila salah injak pedal (menginjak pedal gas) atau posisi
gigi tidak tepat. ICS menggunakan sonar untuk mendeteksi obyek tersembunyi
atau tidak terlihat oleh pengemudi. Sistem akan bekerja secara otomatis ketika
rem dioperasikan dan kemungkinan terjadinya tabrakan.
Kedua, DSC berfungsi
mengontrol tenaga mesin bila pengemudi salah menempatkan posisi gigi sekaligus
menginjak pedal gas, khususnya saat mobil diam atau berjalan lambat. Kedua
sistem ini juga direncanakan Toyota akan digunakan pada model-modelnya yang
akan diluncurkan pada tahun-tahun mendatang.
Intelligent Clearance Sonar
Ketika Clearance Sonar mendeteksi kemungkinan terjadi
tabrakan, misalnya dengan dinding di garasi, sistem akan mengeluarkan bunyi berupa
alarm. Pada saat bersamaan, tenaga mesin atau motor listrik dikurangi, rem juga
diaktifkan secara otomatis.
Drive-start Control
Jika pengemudi salah menempatkan posisi tongkat transmisi,
pedal gas diinjak, gigi dipindahkan secara tidak normal, muncul peringatan.
Selanjutnya, tenaga mesin atau motor dikurangi untuk membatasi mobil bergerak
atau berakselerasi secara mendadak. Saat mundur di tempat parkir, pengemudi bisa saja menabrak
obyek. Khususnya saat pertama kali pengemudi menghidupkan mesin dan memindahkan
gigi dari mundur ke maju sembari terus menekan pedal gas. Pada kondisi seperti
itu, Drive-start Control mengurangi tenaga mesin dan motor untuk mencegah
tabrakan.


Tidak ada komentar: